Tampilkan postingan dengan label Masakan Jawa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Masakan Jawa. Tampilkan semua postingan

Sayur Rebung

Kamis, 21 November 2013
1 komentar
Rebung memang paling pas jika dibuat sayur berkuah santan. Masakan dari bambu yang masih muda ini sangat pas untuk Anda jadikan pilihan menu hari ini. Sajikan dengan sambal terasi dan pelengkapnya.

Bahan-bahan/bumbu-bumbu:

Bahan :
200 gram rebung, diiris tipis, direbus dengan daun jeruk, dicuci.
50 gram daun melinjo
1.000 ml santan dari 1 butir kelapa
2 buah cabai hijau, dipotong bulat tipis
2 buah cabai merah, dipotong bulat tipis
2 lembar daun salam
1 cm lengkuas, dimemarkan
1 sendok makan garam
1 sendok teh gula pasir

Bumbu Halus:
6 butir bawang merah
4 siung bawang putih
1/2 sendok teh ketumbar

Cara membuat :
  1. Tumis bumbu halus, daun salam, dan lengkuas sampai harum. Tambahkan cabai merah dan cabai hijau. Aduk rata.
  2. Tuang santan sambil diaduk sampai mendidih.
  3. Masukkan rebung dan daun melinjo. Masak sampai mendidih.
  4. Tambahkan garam dan gula pasir. Masak sampai matang.
Baca selengkapnya »

LODEH TERONG

0 komentar
Untuk menu sehari-hari sayur lodeh memang paling pas jika disajikan bersama sambal terasi dan ikan asin yang digoreng. Sayur lodeh terong ini bisa menjadi pilihan Anda untuk menu hari ini.

Bahan-bahan/bumbu-bumbu :
3 buah terong (300 gram), dipotong panjang 3 cm, masing-masing belah 2, goreng sebentar
10 lonjor kacang panjang, dipotong panjang 3 cm
2 buah jagung, dipotong-potong 2 cm
150 gram labu siam, dipotong korek api
2 buah cabai hijau, diiris
2 lembar daun salam
1 sendok makan ebi, direndam, tiriskan, dimemarkan
1.000 ml santan dari 1/2 butir kelapa
500 ml santan dari 1 butir kelapa
3/4 sendok teh gula pasir
3 1/2 sendok teh garam

Bumbu Halus:
8 butir bawang merah
5 siung bawang putih
3 cm kencur
1/2 sendok teh ketumbar

Cara Pengolahan :
  1. Rebus 1.000 ml santan, cabai, dan daun salam sampai mendidih.
  2. Tambahkan bumbu halus, ebi, gula pasir, dan garam. Aduk rata.
  3. Masukkan terong, kacang panjang, jagung, dan labu siam. Rebus sampai matang.
  4. Tuang santan kental. Rebus lagi sampai mendidih. Angkat.
Baca selengkapnya »

Oblok-oblok alias Botok ?

0 komentar
Ingin mencicipi masakan kampung ? cobalah resep yang saya curi dari si mbahku ketika beliau masih hidup dan suka masak. Kenapa harus saya curi? karena saya pasti akan kena semprot manakala  saya ikut melihat-lihat simbah atau ibuku masak di dapur. Apalagi kalau sampai cerewet tanya ini itu yang membuatnya jadi gusar , dan Ia selalu bilang ora ilok ( pamali) laki-laki ada di dapur dan bukan pada tempatnya laki-laki ada di dapur. Saya tersenyum setiap mengenang kejadian itu, walhasil saya sering mencuri pandang untuk bisa mendapatkan resep-resep masakan tersebut yang ternyata sangat berguna buat saya dikemudian hari.
Inilah salah satu hasil curian yang bisa saya bagi.
Bahan-bahan :
- 1 buah kelapa yang masih muda ( parut kasar)
- 1 buah tempe uk. 10cm
- 50 gr  teri medan
- 50 gr petai cina
- 50 gr daun melinjo (potong kasar)
Bumbu-bumbu :
- 6 siung bawang merah
- 4 siung bawang putih
- 3 buah cabai hijau (iris bulat uk 1/2 cm)
- 1 ruas lengkuas
- 3 lembar daun salam
- garam secukupnya
Cara membuatnya :
- Panaskan 100 cc air, masukan bawang merah putih yang sudah dihaluskan dan bumbu lainnya. Setelah tercium aroma sedap dari bumbu tersebut masukan semua bahan-bahan, aduk terus secara perlahan hingga airnya berkurang. Masukan garam dan aduk kembali lalu angkat dan letakan di pinggan saji. Mudah bukan? Kalau ingin membuat botok maka anda tinggal membungkus masakan tersebut menggunakan daun pisang kemudian mengukusnya selama kurang lebih 15 - 20 menit. Jadilah botok.
Baca selengkapnya »

SAMBEL TUMPANG

0 komentar
Edisi kali ini menampilkan tentang sambel tumpang. Makanan yang satu ini juga sangat susah ditemui di Jakarta. Pernah dapat sekali di daerah Bintaro, akan tetapi rasa bumbunya kurang jelas, encer, dan yang menonjol hanya rasa asin saja.
sebelum lebih jauh membahas resep dan cara memasaknya, terlebih dahulu ingin bercerita tentang sambel tumpang.


Dibesarkan di dua daerah yang berbeda membuat saya memiliki 2 versi sambel tumpang yang berbeda. Masing-masing memiliki karakteristik rasa yang berbeda, tapi sama-sama enaknya.
Pada waktu kecil sampai dengan kelas 2 SD, diasuh oleh Budhe, yang saya panggil ibu juga, di Karanganyar. Di daerah ini mempunyai kebiasaan kalau pagi sarapan nasi tumpang, selain ada juga bubur tumpang, bubur terik, atau sambel goreng krecek. Ciri khas sambel tumpang di Karanganyar dan sekitarnya, kuah sambel tumpangnya tidak menggunakan santan tetapi parutan kelapa muda yang ikut direbus didalamnya, sehingga rasanya menjadi lebih gurih (mirip dengan sayur oblok-oblok, resep masih ngantri ya!).


Pada saat kelas 3 SD sampai SMA, mulai tinggal dengan orang tua kandung yang sedang tugas di Sragen. Di daerah ini ternyata variasi jajanan untuk sarapan makin banyak, mulai dari jajan pasar, nasi tumpang, pecel, bubur beraneka macam, soto, kare, dsb. Orang Sragen ternyata senang jajan.. :D
Nah, kembali ke masalah sambel tumpang. Di Sragen, sarapan nasi tumpang tiap pagi juga menjadi favorit. Akan tetapi di daerah ini, terdapat sambel tumpang dnegan versi yang berbeda dengan di Karanganyar. Sambel tumpang khas Sragen menggunakan santan untuk kuahnya, sementara isiannya didominasi tempe yang dihaluskan.
Ada penjual tumpang yang sangat terkenal di Sragen, namanya Mbok Jami, di pasar bunder. Sekarang sepertinya diteruskan oleh anaknya. Sambel tumpangnya sangat kental dan legit. Apalagi karena dibungkus dengan daun jati membuat aroma sambel tumpangnya makin nikmat. Kesiangan sedikit, dijamin bakal kehabisan. Dahulu paling suka makan nasi tumpang mbok Jami, tapi paling sebal jika disuruh membeli, antrinya itu lho...!!
Saat lepas SMA, keluarga pindah ke Solo. Disini kebiasaan jajan makin kacau. Orang Solo sangat terkenal dengan kebiasaan jajannya. Pagi-siang-sore mau cari apa saja ada. Akan tetapi menu jajan sarapan jadi berubah, karena kalau di Solo tumpang tidak terlalu digemari sehingga kalau ingin makan sambal tumpang paling pesan sepanci penuh sama ibu yang di Karanganyar. Selepas ibu yang di Karanganyar sakit dan kemudian meninggal, makin jarang kami makan sambel tumpang. Paling jika lebaran, itupun minta rewangnya bulik untuk membuatnya. Makanya jika menu lebaran orang lain adalah opor atau sambel goreng, di rumah kami meski menu itu ada tetapi yang laku malah sambel tumpang yang versi kelapa muda parut, hehehe..
Begitu sudah dewasa dan merantau, jika kangen sambel tumpang terpaksa membuat sendiri :'(


Nah sekarang saatnya menampilkan resep dari sambel tumpang. Yang akan ditampilkan kali ini adalah resep sambel tumpang versi parutan kelapa muda.


Bumbu yang direbus:





  • cabai merah keriting



  • cabe rawit merah
  • bawang merah
    bawang putih
    kencur *
    sereh digeprek
    ebi
    lengkuas digeprek
    daun jeruk
    daun salam
    gula jawa *
    garam *
    air
(*) bahan yang wajib tapi lupa di foto :D


bahan isi:









  • tempe, lebih baik yang sudah disimpan 1-2 hari diluar kulkas. potong besar-besar agar mudah disisihkan setelah direbus
  • kelapa muda parut, cari yang masih lentur jika ditekan
  • krecek
  • petai
bahan tambahan:
  • sayuran hijau yang direbus, bisa bayam, daun singkong, kenikir, daun pepaya, dsb. paling enak jika menggunakan kenikir karena aromanya yang wangi
  • tauge yang direbus sebentar
  • bawang merah goreng untuk taburan. aroma bawang goreng ini akan makin menambah gurihnya sambel tumpang
cara membuat:

  1. rebus bumbu-bumbu bersama tempe diatas api sedang selama -/+ 15 menit. air jangan terlalu banyak, hanya sebatas permukaan bahan-bahan. jika kebanyakan akan membuat sambal terlalu encer. saat semua bahan tersebut direbus, aromanya harum sekali.. dijamin ingin segera menikmatinya!
  2. setelah direbus, ambil bahan-bahan tadi, airnya sisihkan untuk dipakai lagi.
  3. haluskan bumbu dan tempe yang sudah direbus tadi (minus daun salam, daun jeruk, lngkuas, dan sereh). Biar gampang menghaluskan, pisah tempe dengan bumbu dapur.
  4. kembalikan bahan-bahan yang sudah dihaluskan ke dalam air rebusan bumbu
  5. tambahkan parutan kelapa, krecek, petai, gula jawa, dan garam
  6. masak diatas api sedang, jangan lupa sering diaduk biar tidak gosong
  7. setelah rasa kelapa menjadi matang dan petai menjadi lunak, angkat, taburi bawang goreng
  8. sajikan bersama nasi dan sayuran
  9. cara penyajiannya adalah tuang sambel tumpang diatas permukaan nasi dan sayuran hijau. nikamti dengan karak atau tempe goreng tepung (sayangnya gak sempat masak lauknya, jadinya fotonya plain aja, hehehehe...)
Jika ingin membuat sambel tumpang yang versi diberi kuah santan, bumbu dan cara memasaknya sama saja, hanya pada bagian diberi parutan kelapa, diganti dengan diberi santan kental. Cuma perlu diingat jika diberi santan berarti air yang dipakai untuk merebus bahan harus dikurangi dan jumlah tempe harus ditambah karena kalau tidak akan menjadi terlalu encer.
Beda rasanya adalah jika yang versi parutan kelapa lebih gurih dan ada renyahnya, tetapi jika yang disantan berasa lebih kental dan legit.
Selain dengan nasi, bisa juga dinikmati dengan bubur beras yang dimasak dengan santan, daun salam, dan sedikit garam, bukan bubur yang dimasak dengan kaldu seperti bubur ayam.
hmmm.. kalau sudah memasak sambel tumpang, akan habis dalam sekejap. dan ada perasaaan puas jika melihat keluarga makan sampai nambah-nambah. So, selamat praktek ya.. semoga keluarga anda juga bisa menikmatinya seperti keluarga saya :D
Baca selengkapnya »
 

Admin WeBlog

WeBlog ini dikelaola oleh Keluarga Besar yang punya harapan agar bisa reuni kelak di SURGA. Semoga bermanfaat dan jadikan keluarga kita menjadi "Keluarga Surga"....
Alloh Bersama kita...!!
Masukan silahkan kirimkan ke "email2bersama@gmail.com"

Dilihat Sebanyak....

Ubah Bahasa

 

© 2010 Ayo Masak...!!!